Showing posts with label Kesehatan Wanita. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Wanita. Show all posts

Thursday, January 17, 2013

Seputar Kanker Leher Rahim

Kanker Leher Rahim
Kanker adalah penyakit yang telah dikenal dikalangan orang-orang Mesir dan Yunani kuno. Menurut American Cancer Society, kematian yang disebabkan oleh kanker pada tahun 1989, hampir mencapai angka 500 ribu. Angka itu, 22 persen dari seluruh kematian. Jumlah ini merupakan urutan kedua setelah kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.

Di Indonesia sendiri, kematian akibat kanker menempati urutan kedua, setelah kematian akibat infeksi. Namun timbul praduga, apabila berbagai penyakit infeksi telah dapat diatasi dan penduduk yang mencapai usia lanjut makin banyak jumlahnya, diperkirakan jumlah penderita kanker akan menempati urutan tertingi.

Kanker Leher Rahim

Salah satu kanker yang menimbulkan rasa was-was bagi kaum hawa adalah kanker serviks atau kanker leher rahim. Nah, jenis kanker inilah yang terbanyak diderita wanita di Indonesia. Tragisnya lagi, angka kematian penderita kanker leher rahim di Indonesia cukup tinggi. Pasalnya, sebagian besar penderita kanker leher rahim di Indonesia baru datang berobat setelah stadium lanjut. Jika sudah pada stadium lanjut ini, maka akan sulit mencapai hasil pengobatan yang optimal.

Artinya, akibat yang ditimbulkan kanker leher rahim sangat berat. Khususnya jika dipandang dari segi harapan hidup, angka kesembuhan, lamanya penderitaan, serta tingginya biaya pengobatan.

Sementara itu, penyebab kanker leher rahim belum diketahui secara pasti. Namun ada dugaan kuat, sejenis virus yang bernama human papilloma virus memegang peranan penting atas penyakit ini. Human papilloma virus ditularkan melalui hubungan seksual dengan laki-laki yang telah mengidap infeksi ini. Tapi sebaliknya, si pria pun dapat terinfeksi virus, dari wanita yang telah terinfeksi sebelumnya.

Dari sini diketahui bahwa ada golongan pria yang beresiko tinggi dan mempunyai potensi untuk mempermudah timbulnya kanker leher rahim pada wanita. Pada wanita sendiri, ada beberapa golongan yang rentan terhadap penyakit ini. Pertama, wanita yang melakukan hubungan seksual/kawin pada usia muda (sebelum 20 tahun). Kedua, wanita yang mempunyai banyak pasangan seksual. Ketiga, wanita yang tidak merawat kebersihan alat kelaminnya. Dan keempat, wanita yang melakukan hubungan seksual dengan pria yang istri atau pasangan seksualnya menderita kanker leher rahim.

Uniknya, kanker leher rahim ini sebenarnya tidak menular dan bukan penyakit turunan. Seorang laki-laki tidak akan menderita kanker di alat kelaminnya setelah melakukan hubungan seksual dengan wanita penderita kanker leher rahim. Yang ditularkan sebenarnya hanyalah infeksinya, yaitu human papilloma virus.

Perkembangan Kanker Leher Rahim

Oleh suatu sebab yang tidak jelas, maka sel-sel pada leher rahim mengalami perubahan-perubahan menjadi sel kanker. Dan, terdapat keadaan-keadaan tertentu pada wanita yang akan mempermudah terjadinya perubahan-perubahan tersebut. Perubahan menjadi kanker tidak terjadi secara eksplosip, melainkan bertahap.

Mula-mula terjadi perubahan yang disebut tahap pra kanker (disebut pula kanker leher rahim stadium dini). Tahap pra kanker ini terdiri dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan kanker stadium 0. Setelah itu akan meningkat menjadi kanker invasif, yang terdiri dari stadium I, II, III, dan IV, tergantung dari luasnya penyebaran kanker.

Perubahan dari displasia ringan sampai mencapai kanker stadium 0 memerlukan waktu lima tahun. Dari displasia sedang tiga tahun dan dari displasia berat satu tahun. Untuk menjadi kanker invasif memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu antara tiga hingga 20 tahun. Kalau sudah invasif, maka untuk meluas dan menyebar ia memerlukan waktu yang singkat. Contohnya, dari stadium I sampai meninggal hanya memerlukan waktu kurang dari lima tahun.

Namun tidak semua displasia berubah menjadi kanker. Sekitar 30 hingga 35 persen kanker stadium dini akan menetap atau berkurang tingkatannya, bahkan dapat hilang sama sekali.

Gejala yang timbul pada tingkat pra kanker (displasia dan kanker stadium 0), sering tidak menimbulkan gejala sama sekali, kecuali keluhan oleh infeksi sebagai penyebabnya, misalnya keputihan. Jika gejala timbul biasanya karena kanker sudah tumbuh. Keluhan yang disampaikan penderitanya biasanya, perdarahan sesudah senggama atau keputihan, nyeri panggul, gangguan buang air besar, gangguan buang air kecil, berat badan menurun, dan lemah atau kurang darah akibat perdarahan. Jika sudah timbul gejala seperti ini, itu artinya kanker sudah lanjut.

Cara Dini Menanggulangi Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim stadium dini (displasia dan kanker stadium 0) --yang masih dapat disembuhkan-- sering tidak menimbulkan gejala atau tanda yang khas. Namun, kanker stadium dini dapat dideteksi dengan suatu pemeriksaan yang dikenal dengan nama tes pap, atau yang lebih populer disebut pap smear. Nama tes ini berasal dari penemunya yaitu Dr George N Papinicolaou.

Pada pemeriksaan ini dilakukan usapan pada rahim dengan alat khusus yang dibuat dari batang kayu atau plastik. Kemudian usapan ini dioleskan ke atas potongan kaca dan diwarnai dengan pewarnaan khusus, untuk selanjutnya diperiksa dibawah mikroskop. Pemeriksaan ini sangat sederhana, tidak sakit, dan memakan waktu tidak lebih dari 10 menit, serta relatif murah.

Bila kemudian pada tes Pap ditemukan kelainan, maka untuk pemastian diagnosis akan dilakukan prosedur selanjutnya dengan mengambil sedikit jaringan leher rahim.

Sebenarnya setiap wanita yang telah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko menderita kanker leher rahim. Oleh karena itu tes Pap dilakukan segera setelah ada aktivitas seksual, tidak peduli berapapun usia si wanita saat itu. Pemeriksaan ini bukan sekali seumur hidup, melainkan dilakukan rutin tiap tahun sampai usia 70 tahun.

Sebenarnya tes Pap ini merupakan cara paling sederhana dan murah untuk mengantisipasi kanker leher rahim. Sebab jika sudah berupa pengobatan, maka dipastikan akan menghabiskan biaya yang tak sedikit.

Pengobatan pada tingkat displasia dilakukan dengan cara merusak proses displasia dengan kauter, bedah beku, atau membuang sebagian leher rahim dengan operasi kecil. Pada displasia berat atau kanker stadium 0 dimana fungsi reproduksi sudah tidak diperlukan lagi, maka dapat dilakukan pengangkatan rahim. Semua pengobatan pada stadium ini, akan memberikan kesembuhan hingga 100 persen.

Sementara pada kanker leher rahim lanjut, pilihan pengobatan dapat berupa operasi, radiasi, obat anti kanker, atau kombinasi satu atau lebih dari ketiga jenis pengobatan.

Seperti kata pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati”, lebih baik tes Pap daripada radiasi atau operasi.

Wednesday, January 2, 2013

Lakukan Perawatan Sejak Dini, Agar Kulit Sehat dan Segar

Perawatan Kulit
Memiliki kulit nan mulus lagi segar adalah dambaan setiap wanita. Bukankah kecantikan seorang wanita bisa terpancar dari kondisi kulitnya. Namun, keadaan cuaca yang kerap berubah-ubah, ataupun ruangan tempat bekerja yang kurang “bersahabat” juga sering mempengaruhi kesehatan kulit wanita. Itu sebabnya, agar kulit tetap indah, bersih, dan segar, diperlukan perawatan ekstra sejak dini.

Untuk kesegaran kulit, yang paling diperlukan adalah air. Air merupakan medium untuk mengangkut dan membuang zat-zat sisa. Sumber air selain dari minum secara teratur, didapat juga dari sumber makanan segar yang banyak mengandung air. Anda juga dianjurkan makan makanan yang kaya akan serat alami, seperti sayuran dan buah-buahan segar. Hal itu perlu agar proses pembuangan (buang air besar dan kecil) lancar. Kelancaran proses pembuangan tentu sangat penting bagi kesehatan kulit.

Selain itu, diet seimbang diperlukan pula bagi kesehatan kulit. Semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk kesehatan yang optimal, juga diperlukan oleh kulit untuk menjaga keutuhan bentuknya. Zat gizi yang amat penting bagi kesehatan kulit, misalnya vitamin A, vitamin B-kompleks, vitamin C, vitamin E, dan mineral.

Di samping itu, olahraga berperan penting untuk menjaga kesehatan kulit. Dengan berolahraga secara teratur sesuai dengan kapasitasnya, tentu akan dapat merangsang sirkulasi, memperbaiki nutrisi sel, membantu menghilangkan stres, serta membuat tubuh segar.

Hindari Musuh Kulit

Agar struktur kulit tidak menjadi kering dan rusak, kulit mempunyai “musuh” yang harus dihindari. Sayangnya, kebanyakan wanita sering tidak memperdulikan, bahkan tidak mengerti akan hal ini. Sebenarnya ada banyak musuh kulit yang harus dihindari. Tapi, yang paling pokok adalah hindari pancaran langsung dari sinar matahari, khususnya pada siang hari, merokok atau perokok pasif, minum alkohol berlebihan, dan stress.

Sinar matahari dapat merusak serat elastin yang memberi kelenturan pada kulit. Demikian pula pada kolagen yang membentuk dan menunjang jaringan kulit. Pancaran sinar matahari secara langsung dan berlebihan mengakibatkan kulit menjadi lekas tua, lelah, dan dehidrasi.
Apabila Anda harus berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang lama, lindungi kulit Anda dengan memakai topi berdaun lebar, atau berteduh di bawah payung maupun pohon. Setidaknya, memakai krim anti sinar matahari. Kenakanlah kaus lengan panjang dan celana yang terbuat dari katun. Selain itu, hindari sinar matahari antara pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang. Untuk melindungi kulit wajah, gunakan tabir surya yang sesuai.

Rokok atau merokok, juga membuat kulit cepat tua. Vitamin C di dalam tubuh dapat habis oleh zat benzopyrene yang ada di dalam asap rokok. Sehingga tidak dapat lagi menunjang kolagen yang sehat dan menimbulkan kerutan pada kulit, terutama di daerah wajah.

Minum Alkohol bisa merampok persediaan vitamin B untuk tubuh dan mengurangi cadangan vitamin C. Terlalu banyak alkohol berakibat buruk bagi kesehatan, termasuk kesehatan kulit Anda.

Stress dapat pula memicu berbagai kelainan di dalam tubuh, termasuk kulit. Eksim merupakan salah satu akibat stres terhadap kulit. Dengan meminimalkan stres, berarti Anda mencegah bintik dan bercak pada kulit yang tidak Anda inginkan.

Mandi, Pencegahan Pertama

Pencegahan pertama terhadap masalah kulit, adalah mandi secara teratur. Mandi dengan sabun menghilangkan lemak dan kotoran dari permukaan kulit. Tetapi, sabun yang digunakan jangan berlebihan, sebab dapat membuang minyak kulit alami. Sabun juga mengurangi pH atau keasaman alami, yang membantu melindungi kulit terhadap serangan bakteri. Apabila kulit Anda teriritasi oleh sabun yang Anda gunakan, mungkin harus diganti dengan sabun yang pH-nya seimbang, sehingga tidak mengubah pH kulit.

Untuk kulit wajah, krim dan susu pembersih membuang make-up dan kotoran lebih baik ketimbang sabun. Tetapi setelah menggunakan krim dan susu pembersih, jangan lupa membasuh kulit dengan air. Membersihkan wajah secara rutin dapat dilakukan dua kali sehari.

Perlahan namun pasti, sabun, peralatan make-up, bahan-bahan kimia serta AC (pendingin ruangan) akan menurunkan kadar lapisan minyak di dalam kulit. Oleh karena itu, sesudah membersihkan wajah dan tubuh, alangkah baiknya kalau Anda juga mengoleskan pelembab pada kulit Anda. Selain bermanfaat mempertahankan kelembaban kulit, Anda pun akan merasa lebih nyaman.

Bagi orang yang telah berumur atau yang memiliki kulit berjenis kering, dapat mengoleskan pelembab lebih dari satu kali sehari. Sedangkan pada orang yang jenis kulitnya cenderung berminyak dapat mengurangi frekuensi pengolesan pelembab.

Kulit yang sehat memang berperan penting dalam kesehatan tubuh. Maka, sebelum kulit menjadi kusam, layu, dan keriput, lakukanlah pencegahan dan perawatan untuk melindungi dan mempertahankan kesehatan kulit sekarang juga.

Monday, December 3, 2012

Kiat Ibu Memiliki Bayi Sehat dan Cerdas

Kiat Ibu Memiliki Bayi Sehat dan Cerdas
“Air atap jatuhnya ke pelimbahan juga”, boleh jadi pepatah ini mengajarkan bahwa potensi kebaikan dan keburukan orangtua akan menurun pada anaknya. Jika yang menurun adalah hal-hal yang “berbau” kebaikan, perlu diucapkan rasa syukur. Namun jika si orang tua sadar bahwa ia punya banyak kekurangan, pastilah timbul rasa wa-was. Misalnya ucapan, ”Semoga anak saya pintar, tidak seperti saya.” Atau, ”semoga anak saya sehat, tidak seperti saya yang sakit-sakitan.”

Nah, ada kiat menarik untuk mengakali hal ini. Sederhana saja, seorang anak akan mengalami pertumbuhan cepat pada usia bayi dan balita. Perlu diketahui, pertumbuhan sel otak manusia berkembang sangat cepat pada usia bayi dan balita. Pertumbuhan sel otak akan berhenti dan mencapai taraf kesempurnaan pada usia empat hingga lima tahun. Masalahnya, ketidak sempurnaan pertumbuhan sel otak ini tidak akan bisa diperbaiki pada usia berikutnya.

Karenanya, untuk tumbuh kembang bayi dan balita dibutuhkan makanan yang cukup serta baik kualitas maupun kuantitasnya. Tentunya hal ini juga harus disesuaikan dengan takaran yang sesuai dengan umurnya.

Asupan gizi yang cukup tentunya dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini:
  • Untuk menopang kondisi pertumbuhan yang sangat cepat pada bayi dan balita, diperlukan konsumsi protein dan zat pengatur seperti vitamin dan mineral.
  • Untuk menunjang aktivitasnya, bayi dan balita memerlukan konsumsi zat tenaga.
  • Untuk perkembangan mentalnya, terutama pertumbuhan sel otak, diperlukan lebih banyak konsumsi protein.
Pentingnya ASI

Menurut pakar Ilmu Gizi, ASI adalah makanan terbaik dan utama untuk bayi. Pasalnya, di dalam ASI terkandung anti-bodies yang diperlukan bayi untuk melawan penyakit-penyakit yang menyerangnya. ASI juga mengandung protein yang sangat baik untuk pertumbuhan.

“Harus diketahui, ASI mengandung kolostrum. Kolostrum ini keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir. Warnanya kekuningan dan kental, mengandung banyak vitamin A dan zat kekebalan yang penting untuk bayi. Kolostrum bermanfaat untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, terutama diare. Selain itu membantu pengeluaran mekonim, yaitu kotoran bayi pertama berwarna hitam kehijauan. Pula, ASI mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi, mencegah obesitas dan mencegah timbulnya diabetes pada bayi atau anak-anak,”.

Beberapa keunggulan ASI:
  • ASI mengandung anti-bodies yang diperlukan bayi.
  • Lemak yang dikandung ASI lebih mudah dicerna daripada susu sapi.
  • Kandungan natriumnya lebih rendah.
  • ASI mengandung protein yang sangat baik untuk pertumbuhan.
  • ASI tidak mengandung alergan, sehingga tidak menimbulkan alergi.
Pada masa kehamilan, seorang Ibu yang bijak harus memperhatikan makanannya. Dibanding kebutuhan normal, selama hamil perlu tambahan kalori lebih kurang 300 kalori. Selain kalori diperlukan pula penambahan protein, kalsium, dan zat besi. Protein ditambahkan melalui porsi lauk pauk. Kalsium bisa diambil dari susu dan hasil olahannya, ikan teri, kacang-kacangan serta sayuran hijau. Sedangkan zat besi bisa diperoleh dari daging, hati kuning, telur, serta sayuran.

“Selain itu, setelah persalinan sang Ibu harus cukup istirahat dan menjaga ketenangan pikiran serta menghindarkan kelelahan fisik yang berlebihan. Hal ini dilakukan agar produksi ASI-nya tidak terhambat. Waktu dan lamanya menyusui juga tidak perlu dibatasi dan frekuensinya tidak perlu dijadwal. Kebutuhan bayi menyusui, biasanya delapan hingga sepuluh kali sehari, termasuk menyusui di malam hari,” .

Tetapi, adakalanya sang ibu tidak dapat menyusui sendiri bayinya, karena berbagai faktor. Misalnya, ASI tidak keluar. Dalam kondisi ini, mau tak mau ibu harus mencari pengganti ASI. Nah, untuk pengganti ASI pilihlah susu formula yang mempunyai kecukupan kalorinya. Dimana kalori tersebut berasal dari karohidrat, protein, dan lemak yang ketiganya ada dalam kandungan susu formula. Kandungan mineral juga penting diperhatikan, karena amat dibutuhkan dalam pembentukan struktur tubuh. Khususnya kalsium dan phospor bagi pembentukan tulang dan gigi.

Pemberian Pendamping Air Susu Ibu (PASI)

Selain pentingnya pemberian ASI, ada hal lain yang juga berperan dalam perkembangan kesehatan dan kecerdasan balita. Hal ini disebut Pendamping Air Susu Ibu atau PASI. Tujuan pemberian PASI ini adalah agar bayi dapat mengembangkan kemampuannya untuk menerima bermacam-macam makanan yang mengandung berbagai rasa dan tekstur. Juga dapat beradaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi. Pemberian PASI dimulai dengan buah-buahan dan makanan lumat. Misalnya, bubur dan makanan lunak lainnya seperti, nasi tim saring dan nasi tim cincang.

Idealnya, PASI diberikan saat anak berusia empat bulan. Hal ini karena sebelum empat bulan pencernaan bayi belum sempurna. Jika bayi dipaksa mengkonsumsi PASI dibawah empat bulan, boleh jadi si bayi menjadi sakit. Hal ini terutama karena kekebalan bayi terhadap bakteri masih rendah. Sementara bakteri bisa mencemari makanan, alat, dan proses pengolahan.

Pemberian PASI sendiri harus efisien. Urutannya, bisa seperti pemberian buah-buahan, tepung-tepungan, sayuran dan terakhir daging. Sedangkan telur diberikan pada usia enam bulan. Cara memberikan makanan bayi juga mempengaruhi perkembangan emosionalnya. Oleh sebab itu jangan dipaksakan, sebaiknya diberikan saat lapar.

“Susu kental manis tidak dibenarkan diberikan pada bayi. Sementara nasi tim cincang diberikan pada bayi yang sudah punya gigi, seandainya pada usia sembilan bulan bayi sudah keluar gigi, berikan dulu nasi tim saring,”.

Sebaiknya sejak usia dini si kecil mulai diperkenalkan pada aneka jenis makanan. Bahkan sejak usia satu tahun si kecil perlu diperkenalkan pada makanan keluarga, yaitu makanan-makanan yang disiapkan untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Hanya saja cara pengolahannya saja berbeda, yaitu tidak menggunakan bumbu yang berbau tajam, dan tidak pedas. Yang penting jenis makanannya lunak, karena pencernaannya belum sempurna.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons